Dewasa Itu Berhasil!

Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, bagian dari otak yang disebut lobus prefrontalis ikut berkembang. Bagian otak inilah yang bertanggung jawab atas penilaian, pertimbangan dan pematangan kepribadian seseorang. Sebagai bukti, kita bisa membandingkan kepribadian kita antara pas masih kecil dengan usia sekarang (kalau yang udah melewati fase remaja lhoo...ya paling nggak yang usianya sudah sembilan belas tahun-an sekarang). Dulu pas kita masih kecil, kita masih banyak egoisnya, sok mau menang sendiri, suka cari-cari perhatian, kalau bertindak suka nggak mikir. Dan tentunya kita memandang dunia ini dari sudut pandang yang paling sederhana, sehingga, kita suka heran kenapa orang dewasa dalam menyelesaikan masalah kok suka ribet dan banyak pertimbangannya.


Bandingkanlah dengan sekarang, dimana setiap akan bertindak atau berucap kita pasti mikir gimana efeknya ke diri sendiri dan orang lain, udah suka ngalah, lebih memikirkan orang lain, dan dalam menyelesaikan suatu masalah pasti mempertimbangkan banyak aspek.

Tidak usah takut kita sedang memasuki 'dunia orang dewasa' yang dulu kita anggap ribet, tidak usah merasa kesal kenapa pada akhirnya kita menjadi salah satu 'orang dewasa ribet' yang dulu kita berpikir 'aku tidak mau seperti itu'.
Itu alamiah kok, tenang saja, dan terimalah dengan tenang. Menjadi dewasa bukan lagi pilihan, melainkan suatu hal yang pasti. Uups...tapi sekali lagi, kita tetap harus belajar untuk mencapai tahap itu.

Saya mungkin baru saja bergabung dengan kumpulan orang-orang dewasa lainnya, dan baru sedikit pelajaran yang saya dapatkan. Tapi sedikit banyak saya mulai mengerti.

Bahwa mungkin dewasa itu adalah seperti ini, correct me if I'm wrong...
Dewasa adalah berhasil memiliki konsep diri yang baik dan utuh.
Dewasa adalah berhasil mandiri dan bisa mengambil keputusan sendiri.
Dewasa adalah berhasil memahami hal-hal yang sebelumnya tidak bisa dimengerti.
Dewasa adalah berhasil menyelesaikan masalah dengan solusi yang memuaskan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Dewasa adalah berhasil memaafkan atas segala hal buruk yang terjadi, karena lebih mudah memaafkan daripada membenci, dan bahwa memaafkan membuat hati ini lebih tenang.
Dewasa adalah berhasil bersyukur bahwa setiap musibah dihadiahkan-Nya agar kita selalu belajar untuk lebih kuat daripada sebelumnya.
Dewasa adalah berhasil menanamkan pada diri sendiri, bahwa kita semua memiliki ketegaran dalam menghadapi penderitaan, lebih daripada yang kita bayangkan.

Menjadi dewasa tidak lantas menjadi sok tau dan sok pintar, bahkan saya sadar bahwa apa yang saya dapatkan tidak setitikpun dari apa yang akan saya dapat di masa depan nantinya. Semoga saya, dan Anda semua, diberi kesempatan untuk menjadi makin dewasa tiap harinya...^^

0 comments:

Post a Comment