0 comments

10 Tips Menjaga Kebugaran Otak

Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Mengontrol tekanan darah dan kolesterol, tidak merokok, mengonsumsi makanan yang rendah lemak jenuh dan asam lemak trans, dan berolahraga secara teratur adalah cara-cara yang telah terbukti mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan stroke.

Ternyata, pada dasarnya, faktor gaya hidup apapun yang berguna bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah juga berguna bagi kesehatan otak. Hal ini tidak mengejutkan karena otak sangat tergantung pada gizi dan energi yang diperoleh dari apa yang kita makan dan yang dialirkan melalui sistem pembuluh darah.

Menjaga kondisi dan fungsi otak yang optimal ditentukan oleh berbagai faktor, yang banyak diantaranya dapat Anda kontrol secara langsung sepenuhnya. Mengoptimalkan faktor-faktor tersebut berarti Anda menciptakan kebiasaan yang sehat di masa awal kehidupan Anda dan mempertahankannya hingga jangka waktu yang lama. Berikut ini adalah beberapa hal sangat penting yang dapat Anda lakukan :

Mencegah atau mengontrol hipertensi dan hiperlipidemia
Karena merusak pembuluh darah bahkan yang terkecil sekalipun, hipertensi dan kolesterol tinggi berpotensi mengurangi aliran zat gizi yang dibutuhkan otak untuk dapat berfungsi dengan baik. Yang dapat Anda lakukan adalah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

Berolahraga secara teratur 30-45 menit setiap hari, paling tidak 3-5 kali seminggu
Olahraga bermanfaat memelihara kesehatan otak, kapasitas otak dalam menumbuhkan sel-sel saraf baru dan membentuk interkoneksi yang lebih baru dan lebih rapat antar sel saraf, sehingga memelihara kemampuan Anda untuk mengingat.

Tidak minum alkohol
Alkohol, apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan, dapat menjadi racun terhadap sel saraf dan menyebabkan kekurangan gizi.

Tidur malam yang nyenyak
Tidur yang cukup dan berkualitas berpengaruh besar dalam membantu otak menerima pembelajaran baru. Tidur yang baik artinya tidur yang memperbaiki kesehatan.Bagi sebagian besar di antara kita, itu artinya adalah tidur selama delapan jam. Akan tetapi kebutuhan tidur bisa berbeda-beda untuk tiap individu, dan rata-rata tidur minimal lima jam sudah cukup untuk memperbaiki kondisi tubuh.

Mengelola stres
Stres pada tingkatan tertentu sebenarnya dapat meningkatkan fungsi kognitif dengan membuat Anda berada dalam kondisi siaga sekaligus mempersiapkan diri untuk memfokuskan perhatian sepenuhnya pada suatu tugas. Akan tetapi stres yang berlebihan akan melewati batas kapasitas otak dalam mempertahankan perhatian, sehingga dalam jangka panjang dapat menyebabkan degradasi fungsi kognitif. Stres yang berkepanjangan juga terkait dengan tingkat hormon kortisol yang tinggi, yang dapat merusak wilayah yang penting bagi fungsi-fungsi ingatan di otak.

Pertimbangkan untuk meminum vitamin
Penggunaan suplemen antioksidan secara bijaksana, misalnya vitamin C, dapat menurunkan tingkat radikal bebas (substansi yang diproduksi di dalam tubuh dan otak yang berefek racun terhadap saraf). Vitamin C yang dikonsumsi bisa berupa low-release agar tidak langsung dieksresikan dan tidak melukai lambung. Selain itu pastikan Anda mendapatkan vitamin B yang cukup; kekurangan vitamin B dapat berkontribusi terhadap hilangnya memori.

Berhati-hatilah dalam menggunakan obat-obatan yang dijual bebas
Banyak dari obat-obatan yang dijual bebas memiliki zat aktif yang berpengaruh terhadap neurotransmiter di otak, sehingga mempengaruhi fungsi mental. Termasuk di antaranya adalah antihistamin, antasid, dan obat tidur. Interaksi antara obat-obat tersebut dengan obat-obat resep atau bahkan suplemen herbal juga berefek sama. Pelajari efek samping dari obat yang tertera di kotak atau brosur petunjuk, atau diskusikan dengan dokter Anda.

Teruslah mempelajari hal baru
Keterampilan baru, olahraga baru, hobi baru, area minat penelitian pribadi yang baru akan memelihara dan menumbuhkan sel-sel saraf.

Kurangi aktivitas pasif, misalnya menonton TV
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang lebih banyak menonton TV biasanya memiliki kesehatan kognitif dan fisik yang lebih lemah.

Pertahankan makna psikologis dari keterlibatan Anda dalam hidup
Inilah salah satu faktor yang berperan besar dalam mengoptimalkan kesehatan otak. Temukan apa yang membuat hidup Anda penting; baik itu keluarga, teman, pencapaian suatu sasaran, atau bahkan komitmen terhadap suatu kepercayaan ataupun keyakinan. Meskipun isi dari keterlibatan ini dapat berubah seiring dengan perjalanan kehidupan, perasaan untuk mempertahankan hubungan yang vital dengan sesuatu yang penting dapat menetap.

Baca Selengkapnya......
0 comments

The Meaning of Feeling...

Sambil menunggu pagi, sembari memancing semangat belajar supaya membara lagi, saya double klik Windows Media Player di desktop dan klik play untuk lagu Pelangi Di Malam Hari by Vidi Aldiano. Pakai headset supaya vokal Mas Vidi lebih merasuk, and there it goes…

Apa saja yang membuatmu bahagia
Telah kulakukan untukmu
Demi mengharapkan cintamu
Kini ku bagai menanti
Datangnya pelangi
Di malam hari yang sepi

Ku sadari yang telah kulakukan
Membuat hatimu terpenjara
dan tak kuasa ku membukanya
Walau seluruh dayaku ingin bersamamu
Kunci hatimu patah tak terganti

Cinta tak harus memiliki
Tak harus menyakiti
Cintaku tak harus mati
Cinta tak harus bersama
Tak harus menyentuhmu
Membiarkan dirimu dalam bahagia
Walau tak disampingku
itu...ketulusan cintaku

-Rasa tak selalu bisa terlontar kata
Perpisahan tak selalu akan menghancurkan jiwa
Lebih sering heningnya mengiris kalbu
Cinta…bisa jadi semu
Tapi sayang…adalah menyebut namamu dalam doaku
Kutunggu di titik ini…dan putuskanlah hendak maju bersama atau sendiri
Bersatunya kita tak harus menimbulkan gebyar sensasional,
Kepasrahan yang mengendap perlahan pun tak kalah menggetarkan.-

Thanks Mas Vidi, ‘ungkapan sayang’nya inspiratif sekali…hehehe…

Baca Selengkapnya......
0 comments

7 Fungsi Kognitif yang Paling Tahan Terhadap Penuaan

Perubahan yang terjadi pada otak saat seseorang menua mungkin terasa mengganggu, namun ternyata ada banyak wilayah pikiran yang tidak terpengaruh oleh usia. Fungsi yang kebal terhadap penuaan ini dapat membantu seseorang mengatasi beberapa masalah terkait dengan penuaan yang berhubungan dengan pembelajaran dan ingatan:

Perhatian
Kemampuan untuk fokus dan mempertahankan perhatian relatif tidak dipengaruhi oleh proses penuaan.

Bahasa
Kita mempertahankan pengetahuan tentang kata dan makna kata yang melimpah saat kita bertambah tua, dan kita mempertahankan aturan utama mengenai bagaimana mengkombinasikan kata-kata hingga membentuk struktur bahasa yang bermakna.

Ingatan prosedural
Keterampilan dan prosedur melakukan hal-hal (misalnya mengendarai sepeda atau bermain piano) tetap utuh selama hidup. Kemampuan untuk membentuk ingatan prosedural baru juga relatif terjaga.

Penalaran
Penuaan tidak mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memahami apa yang ia ketahui, untuk membentuk penilaian yang logis, dan menyusun argumen yang kokoh.

Kemauan
Dorongan untuk menyelesaikan sesuatu tidak menyusut dengan adanya perubahan pada otak yang jelas-jelas terkait dengan penuaan. Memang, kini kita tahu bahwa pada banyak kasus, jika kita memiliki keinginan untuk lebih berusaha dalam berkonsentrasi dan mempelajari sesuatu yang baru dengan baik, kita akan mendapatkan imbalannya –kita akan dengan mudah mampu mengeluarkannya kembali, tidak peduli berapapun usia kita.

Kreativitas
Seseorang tetap memiliki dorongan untuk mengekspresikan diri melalui seni, komunikasi, atau dengan mencoba sesuatu hal yang baru.

Kebijaksanaan
Semakin bertambahnya usia, lobus prefrontalis (bagian otak yang bertanggung jawab atas penilaian, pertimbangan dan tingkah laku) seseorang makin berkembang sehingga ada alasan mengapa kita sering mengasosiasikan kebijaksanaan dengan usia yang makin menua : kapasitas untuk menarik makna dari informasi dan pengetahuan berdasarkan pengalaman serta kapasitas untuk menawarkan ide-ide tetap tidak terkikis dan bahkan malah meningkat seiring berjalannya waktu.

Baca Selengkapnya......
0 comments

7 Fungsi Kognitif yang Paling Rentan Terhadap Penuaan

Perubahan yang terkait dengan penuaan kemungkinan mempengaruhi ingatan seseorang dan kinerja lainnya dalam beberapa cara. Fungsi-fungsi kognitif yang paling rentan terhadap kesulitan-kesulitan terkait dengan penuaan adalah :

Ingatan kerja
Kemampuan untuk mempertahankan dan memanipulasi informasi dalam otak berkurang. Mengingat nomor telepon dan kemudian menekan tombol pada telepon atau membandingkan harga per ons antara dua item adalah contohnya.

Kecepatan pemrosesan
Pemrosesan menjadi semakin lambat, seperti misalnya mengenali wajah seorang teman tapi sulit menyebutkan namanya, atau menurunnya kemampuan untuk mengikuti percakapan atau komunikasi lain yang perlu diproses saat itu juga. Bahkan ada satu teori yang menyebutkan bahwa melambatnya kecepatan pemrosesan secara umum merupakan dasar dari segala perubahan ingatan dan fungsi kognitif, yang pada akhirnya berakibat pada ingatan yang lebih lemah.

Perhatian pada detail
Ketika seseorang mempelajari suatu informasi baru, ia mungkin melihat garis besar atau gambaran umum yang sama baiknya dengan orang lain yang jauh lebih muda, akan tetapi orang yang jauh lebih muda ini akan menyerap detail lebih banyak. Contohnya, setelah memperhatikan sebuah lukisan selama satu menit, seseorang yang berusia 25 tahun dan yang berusia 55 tahun mungkin dapat mengingat bahwa lukisan tersebut menggambarkan suatu pemandangan alam dengan banyak warna hijau dan merah muda, tetapi yang berusia 25 tahun kemungkinan akan mengingat lebih banyak elemen yang spesifik, misalnya kelinci di balik semak atau perahu kecil di pinggir danau.

Ingatan deklaratif
Semakin menua, seseorang mungkin merasa kesulitan untuk mengingat fakta-fakta verbal (misalnya nama-nama orang, tempat, dan objek) dan informasi spasial (misalnya arah menuju lokasi baru). Seseorang mungkin juga merasa lebih sulit mengeluarkan kembali informasi deklaratif yang baru saja diterima (misalnya suatu kata atau nama tertentu).

Ingatan sumber
Akan menjadi semakin sulit untuk mengingat kapan dan dimana suatu kejadian spesifik terjadi (suatu jenis ingatan yang disebut sebagai ingatan sumber). Seseorang mungkin dapat mengingat bahwa ia memarkir mobilnya, namun ia tidak dapat mengingat secara tepat dimana letaknya. Atau ia ingat makan malam di restoran favoritnya, tapi ia mungkin tidak dapat mengingat jika ia pergi ke sana dua atau tiga bulan yang lalu.

Multitugas
Akan menjadi semakin sulit untuk melakukan multitugas (melakukan lebih dari satu aktivitas secara bersamaan).

Pemrosesan visuospasial
Tugas-tugas visual dan konstruktif yang rumit, misalnya menyusun puzzle tiga dimensi dan menggambar desain geometris yang rumit, akan menjadi tantangan yang semakin berat.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Minum Susu Mencegah Osteoporosis

Satu miskonsepsi umum yang terbesar mengenai susu adalah bahwa susu membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena jumlah kalsium dalam tubuh kita berkurang seiring dengan usia, kita diberi tahu untuk minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Saya pun begitu, ketika dua tahun yang lalu saya sempat menderita cephalgia kronis dan spasmofili, oleh dokter saya dianjurkan banyak minum susu untuk meningkatkan kalsium darah. Namun ternyata saya temukan dari berbagai literatur, minum susu terlalu banyak sebenarnya menyebabkan osteoporosis.

Kadar kalsium dalam darah manusia biasanya sekitar 9-10 mg. Ketika minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Walaupun sepintas lalu hal ini mungkin terlihat seperti banyak kalsium yang telah terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Dengan kata lain, saat Anda mencoba untuk minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan, dan risiko osteoporosis pun makin besar.

Dari empat negara besar –Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia –negara yang banyak sekali mengkonsumsi susu setiap harinya, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.

Sebaliknya, udang kecil, ikan, dan rumput laut mengandung kalsium yang tidak terlalu cepat diserap,sehingga lebih efektif dalam meningkatkan jumlah konsentrasi kalsium dalam darah.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Cinta Yang Menyehatkan

Kita semua tahu bahwa cinta, sangat banyak wujudnya. Cinta antara orang tua dan anak, antara teman dan rekan, antara laki-laki dan perempuan, antara kita dan orang-orang yang membutuhkan. Apapun bentuknya, mari kita percayai bahwa motivasi, kesehatan, dan kebahagiaan, semua terlahir dari cinta. Agar menjadi sehat, penting bagi kita untuk merasakan cinta terhadap seseorang. Tidak ada orang yang bisa bahagia sendirian. Kehidupan yang bahagia diawali dengan membangun cinta dengan orang lain, memberi, dan menerima cinta.

Pada saat seseorang merasa benar-benar bahagia, tes darah akan menunjukkan sistem kekebalan yang sangat aktif. Selain itu, saat merasa bahagia, saraf-saraf parasimpatis akan terstimulasi dan mendominasi sehingga mengurangi tingkat stres. Saat tingkat stres menurun, efeknya adalah membaiknya sistem di seluruh tubuh –baik sistem kekebalan tubuh, sistem endokrin, sistem kardiovaskuler, maupun sistem saraf. Sistem di seluruh tubuh tidak bekerja sendiri-sendiri. Mereka semua saling mempengaruhi. Perbaikan di satu sistem akan mempengaruhi seluruh tubuh untuk bergeser ke arah yang positif.

Saya mungkin harus bertele-tele dulu untuk sampai pada apa yang ingin saya ungkapkan. Saya tidak sedang membicarakan satu bentuk cinta yang natural, mudah dipahami, hadir setiap hari, selalu di hati, meski susah terdefinisi (terima kasih Ayah, Ibu, yang tanpa lelah memberikan cinta seperti ini).

Saya sedang membicarakan bentuk cinta yang lain, dan semoga kamu sadar saya sedang membicarakan bentuk cinta kita.

Apakah bisa menyehatkan mencintai dengan cara seperti ini? Entahlah, saya tidak terlalu berpengalaman untuk bisa peduli. Namun jelas, cinta inilah yang bisa membuat saya utuh sekaligus rapuh. Cinta inilah yang bisa membuat saya berpikiran konyol sekaligus logis. Cinta inilah yang bisa membuat saya merasakan bahagia maupun giris. Cinta inilah yang bisa memotivasi saya untuk melakukan hal-hal yang pintar dan bermanfaat, sekaligus menjerumuskan saya untuk jadi makin bodoh dari hari ke hari…

Sekali lagi, saya harus memilih untuk mencintai dengan cara yang paling sunyi. Saya BUKAN memilih cinta saya padamu untuk saya hidupi. Tapi kesunyian ini adalah semata bersimpuh di hadapan-Nya, dengan penuh kerendahan hati saya meminta, tidak usah agar Ia memelihara cinta kita ini, tapi agar Ia menumbuhkan cinta kepada siapa pasangan jiwa kita nanti…

Berbahagialah. Sendirian atau denganku. Sendirian atau dengan siapa kamu berada malam ini…

Baca Selengkapnya......
0 comments

Yoghurt “Menyembuhkan” Konstipasi

Banyak orang yang mengabarkan “manfaat-manfaat” yoghurt yang mereka konsumsi, seperti misalnya kondisi pencernaan mereka membaik, tidak lagi mengalami konstipasi, atau pinggang mereka mengecil. Semua manfaat ini dipercaya berkat laktobasilus yang terdapat dalam yoghurt. Namun, kepercayaan akan keuntungan-keuntungan laktobasilus ini sejak awal sudah dipertanyakan. Aslinya, laktobasilus terdapat dalam usus manusia. Bakteri ini disebut sebagai “bakteri yang bermukim dalam usus”. Tubuh manusia memiliki suatu sistem pertahanan melawan bakteri dan virus yang datang dari luar, jadi bahkan bakteri-bakteri yang biasanya baik untuk tubuh Anda, seperti laktobasilus, akan diserang dan dihancurkan oleh pertahanan alami tubuh jika mereka bukan bakteri yang bermukim dalam usus.

Garis pertahanan terdepan adalah asam lambung. Saat laktobasilus dari yoghurt memasuki lambung, sebagian besar dari mereka dimatikan oleh asam lambung. Oleh sebab itulah, baru-baru ini dilakukan perbaikan dan yoghurt pun dipasarkan dengan slogan “laktobasilus yang berhasil mencapai usus Anda”.
Namun, bahkan jika bakteri itu mencapai usus, apakah memang mungkin mereka bisa bekerja sama dengan bakteri-bakteri yang bermukim dalam usus?

Hiromi Shinya, MD selaku guru besar kedokteran Albert Einstein College of Medicine yang juga seorang pakar gastroenterologi mempertanyakan klaim mengenai yoghurt ini, karena dalam konteks klinis, karakteristik usus pasien yang ia temukan mengkonsumsi yoghurt setiap hari tidak pernah baik. Ia menduga keras bahwa jika laktobasilus di dalam yoghurt dapat mencapai usus hidup-hidup, mereka tidak akan mengakibatkan usus bekerja lebih baik, malah hanya mengacaukan flora usus.

Lalu mengapa banyak orang yang merasa bahwa yoghurt efektif dalam memperbaiki kesehatan mereka? Bagi banyak orang, yoghurt seolah “menyembuhkan” konstipasi. Namun “penyembuhan” ini seseungguhnya adalah suatu kasus diare ringan. Kira-kira seperti ini prosesnya : Orang dewasa tidak memiliki cukup enzim untuk menguraikan laktosa. Laktosa adalah gula yang terdapat di dalam produk-produk susu, tetapi laktase, yaitu enzim dalam tubuh yang menguraikan laktosa, mulai berkurang jumlahnya selama kita tumbuh dewasa. Jika dipikir, hal ini cukup alami karena susu adalah sesuatu yang diminum balita, bukan orang dewasa. Dengan kata lain, laktase adalah enzim yang tidak diperlukan oleh orang dewasa.

Yoghurt mengandung banyak laktosa. Oleh karenanya, pada saat Anda mengkonsumsi yoghurt, yoghurt itu tidak dapat dicerna dengan baik akibat berkurangnya enzim laktase, yang kemudian berakibat pada kesulitan mencerna. Pendeknya, banyak orang yang mengalami diare ringan jika mereka mengkonsumsi yoghurt. Diare ringan ini secara keliru dianggap sebagai pengobatan terhadap konstipasi.

Berdasarkan hasil pengamatan klinis yang dilakukan Hiromi Shinya, MD, ia menemukan bahwa kondisi usus akan memburuk jika mengkonsumsi yoghurt setiap hari, ditandai dengan bau kotoran dan gas yang semakin tajam. Ini adalah suatu indikasi bahwa lingkungan usus semakin memburuk. Alasan timbulnya bau tersebut adalah karena racun tengah diproduksi di dalam usus besar. Oleh karena itu, walaupun banyak orang membicarakan efek-efek bermanfaat dari yoghurt secara umum (dan perusahaan-perusahaan yoghurt itu sendiri tentu saja), dalam kenyataannya banyak hal menyangkut yoghurt tidak baik bagi tubuh Anda.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Kalau Heartburn, Segera Minum Antasida

Heartburn adalah rasa panas, tidak nyaman dan nyeri di ulu hati atau lambung yang sering disalahartikan sebagai “terlalu banyak asam lambung”. Sebenarnya tidak ada yang namanya asam lambung yang terlalu banyak. Yang terjadi adalah, asam lambung mengalir naik kembali ke kerongkongan. Kerongkongan rentan terhadap asam karena biasanya lingkungan itu bersifat basa. Oleh karena itu, jika asam lambung terkumpul di dalam kerongkongan, secara tidak sadar orang-orang menelan air liur mereka yang bersifat basa, untuk menurunkan asam lambung yang mengalir naik.

Namun, jika Anda makan terlalu banyak atau mengalami kesulitan mencerna, sehingga menyebabkan asam membengkak dan menjadi sulit untuk mendorong asam itu turun dengan air liur, hal ini menimbulkan luka-luka seperti lecet yang disebut erosi pada kerongkongan. Dalam keadaan seperti itu, jika asam lambung mengalir naik ke dalam kerongkongan, yang terjadi bagaikan menuang alkohol ke atas luka, dan menyebabkan gejala-gejala rasa sakit atau ketidaknyamanan yang secara umum dikenal sebagai heartburn. Biasanya Anda akan minum antasida untuk meredakannya, dan rasa lega yang Anda rasakan setelah minum antasida disebabkan oleh dihambatnya sekresi asam lambung.

Jika sekresi asam lambung dihambat, enzim-enzim pencernaan tidak dapat diaktivasi sehingga makanan sulit dicerna di lambung. Makanan yang belum tercerna ini melaju terus ke usus. Makanan yang seharusnya sebagian besar dicerna dan diserap dalam usus tetap tidak tercerna hingga di dalam usus besar. Makanan yang tidak tercerna itu membusuk dan fermentasi abnormal terjadi. Sebagai akibatnya, sejumlah bakteri jahat berkembang biak secara abnormal di dalam usus besar, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Lebih parah lagi, menelan obat-obatan untuk menekan sekresi asam lambung justru mempercepat rusaknya sekresi asam lambung. Antasida dan obat-obatan lambung yang sangat populer seperti kombinasi blokade H2 dan penghambat pompa-proton, dipromosikan sangat efektif untuk menekan sekresi asam lambung. Namun jika asam lambung dihambat dengan menggunakan obat-obatan, mukosa lambung menyusut, penyusutan mukosa lambung yang terus menerus dapat berlanjut ke berkembangnya kanker lambung. Bahkan ada beberapa efek samping yang tak terduga, contohnya jika seorang pria sering minum antasida ada kemungkinan ia akan mengalami gangguan ereksi atau penurunan tajam jumlah sperma.

Untuk mencegah heartburn, yang harus Anda lakukan hanyalah mencegah agar apa yang ada di dalam lambung tidak mengalir kembali ke dalam kerongkongan. Pertama, Anda harus menahan diri untuk tidak terlalu banyak makan dan minum, serta mengurangi rokok, alkohol, dan kopi. Satu hal penting untuk diingat adalah menyelesaikan makan malam empat atau lima jam sebelum tidur sehingga lambung Anda kosong saat pergi tidur.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Peduli Kolesterol

“Makan pecel Madiun yuk!” Pada diem, ogah-ogahan. Giliran ada yang tanya, “Pada mau ikut beli Mozza burger gak?” eh, langsung semangat aja. Padahal cuma tanya, nggak dibayarin. Hehehe…
Jadi intinya, setiap orang pasti suka makan enak (makanan yang rasanya enak di lidah). Tapi kalau makanan enak itu berupa makanan gurih, berlemak, gorengan, dan minim serat, jangan pada kebablasen makannya karena berbahaya bagi kesehatan. Soalnya makanan-makanan seperti itu banyak mengandung kolesterol, yang bisa meningkatkan risiko penyakit akibat penggumpalan dan sumbatan di pembuluh darah.

Apa Sebenarnya Kolesterol?

Kolesterol sebenarnya merupakan salah satu komponen lemak. Seperti kita ketahui, lemak merupakan salah satu zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh kita disamping zat gizi lain seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.
Lemak merupakan salah satu sumber energi yang memberikan kalori paling tinggi. Disamping sebagai salah satu sumber energi, sebenarnya lemak atau khususnya kolesterol memang merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita terutama untuk membentuk dinding sel-sel dalam tubuh.

Kolesterol yang kita butuhkan tersebut, secara normal diproduksi sendiri oleh tubuh dalam jumlah yang tepat. Tetapi ia bisa meningkat jumlahnya karena asupan makanan yang berasal dari lemak hewani, telur dan yang disebut sebagai makanan sampah (junkfood). Kolesterol dalam tubuh yang berlebihan akan tertimbun di dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan penyempitan atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan cikal bakal terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Lemak Jahat (LDL) vs Lemak Baik (HDL)


Kolesterol dibagi menjadi LDL, HDL, total kolesterol dan trigliserida.
Dari hati, kolesterol diangkut oleh lipoprotein yang bernama LDL (Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Kelebihan kolesterol akan diangkut kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein) untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke dalam kandung empedu sebagai asam (cairan) empedu.

LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama yang membentuk LDL adalah Apo-B (apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak yang "jahat" karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh darah, yang setelah melewati beberapa proses akan mengakibatkan penggumpalan dan sumbatan di pembuluh darah. Jika sumbatan terjadi di dalam arteri yang menuju ke otak (arteri karotid), maka bisa terjadi stroke. Jika terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), bisa terjadi serangan jantung.
Sebaliknya, HDL disebut sebagai lemak yang "baik" karena dalam prosesnya ia membersihkan kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. Protein utama yang membentuk HDL adalah Apo-A (apolipoprotein). HDL ini mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga lebih berat.

Berapa Kadar Kolesterol Yang Normal?


Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang, sehingga gejala yang timbul adalah gejala kurang oksigen seperti sakit kepala dan pegal-pegal. Sebagian besar hiperkolesterol tidak menimbulkan gejala, sehingga disarankan untuk check up minimal 1 tahun sekali. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui hiperkolesterol sedini mungkin sehingga dapat mencegah penyakit yang diakibatkan.

LDL ("Kolesterol jahat”)
Kurang dari 100 : Optimal
100-129 : Mendekati optimal
130-159 : Batas normal tertinggi
160-189 : Tinggi
Lebih dari 190 : Sangat tinggi

HDL ("Kolesterol Baik”)
Kurang dari 40: Rendah
Lebih dari 60 : Tinggi

Total cholesterol (TC)
Kurang dari 200 : Yang diperlukan
200-239 : Batas normal tertinggi
Lebih dari 240 : Tinggi

Trigliserida (TGA)
Kurang dari 150 : Normal
150-199 : Batas normal tertinggi
200-499 : Tinggi
Sama atau lebih dari 500 : Sangat tinggi

Kadar kolesterol harus dikontrol. Kadar total kolesterol jangan lewat ambang standar yaitu 200 mg/dL, kadar trigliserida (TGA) kurang dari 150 mg/dL, kadar HDL harus tinggi yaitu lebih dari 50 mg/dL, dan kadar LDL jangan lebih dari 100mg/dL.Cara mengontrolnya adalah melakukan pola hidup sehat dan bugar yang terdiri dari 4S, yaitu makan sehat, berpikir sehat, istirahat sehat dan aktivitas sehat.

Peduli Kolesterol Anda

Makan sehat berperan membatasi jumlah kolesterol yang masuk ke dalam tubuh karena tubuh dapat menghasilkan kolesterol yang diperlukan dalam jumlah tepat yaitu oleh hati.
Makan sehat dapat diartikan dengan menghindari makanan yang tinggi lemak dan sumber kolesterol, misalnya minyak dan lemak hewan (daging sapi/kambing/babi, kulit ayam, jerohan, otak, hati ayam, cumi, udang, kerang, kepiting, kuning telur). Kolesterol berbeda dengan TGA. Sumber TGA antara lain gorengan, santan, asam lemak trans, margarine, butter. Hindari alkohol dan konsumsi gula yang berlebihan. Makanlah makanan tinggi serat, suplementasi minyak ikan, vitamin antioksidan dan pertahankan berat badan ideal.

Minyak atau lemak nabati (lemak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan) masih dapat Anda konsumsi asal tidak berlebihan, sebab lemak nabati tidak mengandung kolesterol dan sedikit kadar lemak jenuhnya. Senyawa lemak yang banyak terdapat dalam lemak nabati adalah lemak tak jenuh yang tidak menaikkan kadar kolesterol darah, bahkan menurut beberapa laporan penelitian dapat menurunkan kadar kolesterol LDL.
Makan lemak yang baik seperti asam lemak omega-3, omega-6 dan omega-9. Asam lemak omega-3 terdapat pada ikan laut dalam seperti ikan salmon, ikan tuna; asam lemak omega-6 terdapat pada minyak jagung dan minyak kedelai; sedangkan asam lemak omega-9 terdapat pada alpukat, minyak zaitun dan canola oil.
Tapi minyak tersebut bukan untuk menggoreng. Karena jika digoreng akan menjadi lemak yang jelek. Sebaiknya diminum atau sebagai dressing salad.

Selain itu juga dianjurkan mengkonsumsi buah-buahan seperti jeruk, strawberry dan anggur, juga sayuran terutama yang berwarna merah seperti tomat dan wortel; karena buah dan sayur adalah sumber antioksidan.
Dalam berpikir sehat, diperlukan pengelolaan stress dengan baik. Jika anda hidup dan bekerja di kota besar, bisa dipastikan sangat sukar untuk bebas stress. Namun, Anda bisa mengelola stress Anda dengan baik, sehingga justru dapat memacu kreativitas dan semangat Anda. Akhirnya peningkatan derajat kehidupan dan kesehatan Anda.
Berolah-raga secara teratur sudah dibuktikan pula dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol HDL. Olahraga membantu membakar kolesterol/lemak dalam tubuh menjadi energi.

Untuk mengetahui apakah kolesterol kita terkontrol perlu dilakukan pemeriksaan kolesterol secara berkala. Kadar kolesterol hanya dapat diketahui secara akurat melalui pemeriksaan kolesterol darah. Anda bisa langsung datang ke laboratorium kesehatan terdekat yang memiliki paket pemeriksaan kolesterol lengkap. Hasilnya pun dapat dikonsultasikan dengan dokter ahli.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Mengenali Serangan Jantung

Setengah dari semua orang yang mengalami serangan jantung tidak pernah merasakan gejalanya –atau setidaknya tidak pernah mengenali apa yang mereka rasakan sebagai gejala. Permasalahannya adalah : serangan jantung terjadi dengan cara yang berbeda-beda –dan rasa tidak nyaman dapat hilang-timbul, yang membuat orang cenderung menyalahkan penyebab lain, misalnya gangguan pencernaan.

Gejala paling umum adalah sebagai berikut :
nyeri dada atau ketidaknyamanan (dapat dirasakan seperti rasa tertekan, sesak, atau diperas), ketidaknyamanan pada tubuh bagian atas (dapat terjadi pada salah satu lengan, punggung, leher, rahang, atau perut), napas pendek, keringat dingin, pusing-pusing, keletihan luar biasa yang dirasakan secara tiba-tiba (tanpa mengalami kurang tidur).

Alasan rasa sakit atau ketidaknyamanan dapat begitu sulit dideteksi. Sebagai contoh, ada sebagian orang yang mengalami serangan jantung merasakan rasa sakit hebat pada bagian lengan kanannya, yang bukan merupakan sisi biasa bagi sakit jantung. Hal tersebut dikarenakan, jantung itu sendiri tidak memiliki serabut sakit secara khusus. Saraf jantung tidak merasakan sakit secara langsung. Tetapi, jika ada yang tidak beres dengan jantung, saraf-sarafnya akan menjadi tidak terkendali secara elektris. Dan, ketika menjalar ke tulang belakang, mereka mungkin membuat saraf-saraf yang lainnya mengalami korsleting –misalnya saraf-saraf yang berhubungan dengan lengan atau dada. Dan saraf-saraf yang terstimulasi inilah yang memancarkan rasa sakit. Sehingga rasa sakit dapat muncul pada lengan, dada, atau rahang, tergantung dimana saraf-saraf yang mengalami korsleting.

Otak terkadang turut bereaksi dengan mendorong saraf vagus (saraf yang bertanggung jawab untuk sistem pencernaan) yang menyebabkan gangguan perut dan keringat dingin. Namun jika serabut-serabut saraf ini tidak menjalar, maka orang tersebut tidak akan merasakan ketidaknyamanan sama sekali, bahkan ketika serangan jantung terjadi, dan inilah penyebab mengapa banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami serangan jantung.

Seseorang dari keluarga yang memiliki sejarah penyakit jantung harus waspada karena kemungkinan ia mengidap penyakit yang sama lebih tinggi daripada rata-rata orang lain. Kecenderungan memiliki tingkat LDL yang lebih tinggi atau HDL yang lebih rendah atau faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi bisa diwariskan.

Selain itu, tingkah laku dalam keluarga juga diwariskan. Misalnya jika ayah merokok, anak juga cenderung meniru tingkah lakunya untuk merokok. Bila orang tua suka mengkonsumsi makanan berkadar garam tinggi (yang berpotensi memicu tekanan darah tinggi), anak mungkin juga begitu. Atau bila orang tua memiliki pekerjaan yang menimbulkan stress, anak mungkin juga ikutan. Bagaimanapun mekanismenya, seseorang yang berasal dari keluarga yang memiliki sejarah penyakit jantung harus ekstra hati-hati terhadap kelakuan yang mengandung resiko.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Luangkan Waktu Untuk Jantung Anda

Untuk kesehatan optimal, idealnya Anda melakukan aktivitas fisik (olahraga) untuk membakar antara 3.500 sampai 6.500 kalori dalam satu minggu (atau 500 hingga 950 kalori per hari). Sebagian besar pembakaran kalori berasal dari aktivitas sehari-hari, bahkan tanpa Anda berusaha untuk melakukannya. Namun, data ilmiah menunjukkan bahwa selain kalori yang dibakar dari aktivitas fisik yang biasa, Anda juga memerlukan sekitar 60 menit seminggu untuk latihan stamina–yaitu aktivitas kardiovaskular yang dapat meningkatkan frekuensi denyut jantung Anda sekitar 80 persen atau lebih dari angka maksimum normal sesuai usia Anda (rumusnya, 220 dikurangi umur Anda).

Pada akhirnya, latihan stamina yang penting untuk mendapatkan kesehatan maksimum bisa diwujudkan dalam 3 x 20 menit latihan per minggu. Hanya dengan melakukan latihan stamina selama 20 menit sudah cukup untuk membuat perbedaan –pada jantung, pembuluh darah, tulang, persendian, postur tubuh, dan kesehatan Anda secara keseluruhan. Untuk lebih jelasnya, latihan stamina ini adalah aktivitas yang dilakukan terus menerus selama 20 menit yang bisa membuat Anda sedikit terengah-engh atau cukup membuat Anda berkeringat saat itu.

Ada beberapa alasan mengapa latihan begitu penting :

Menurunkan tekanan darah. Bahkan dengan berjalan kaki beberapa menit lebih lama bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL). Menggerakkan otot pada kekuatan maksimumnya pun akan menguatkan otot jantung dan pembuluh darah, dan membuatnya menjadi lebih elastis. Jika Anda belum berolahraga dalam beberapa waktu, mulailah dengan berjalan kaki hingga Anda dapat melakukan angkat beban, kemudian tambahkan beberapa aktivitas lain –bersepeda, berenang, fitness –untuk menaikkan frekuensi denyut jantung Anda.

Menjaga berat badan normal. Kelebihan berat badan selalu membawa risiko penting. Pertama, Anda akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, kadar LDL tinggi, gangguan tidur, dan penyakit radang sendi (artritis) yang akan melemahkan semangat Anda untuk berolahraga. Kedua, jika kelebihan berat badan terletak di pinggang Anda, Anda akan menghadapi risiko yang lebih besar lagi karena sel-sel lemak pada lemak perut akan mengeluarkan hormon yang secara langsung meningkatkan peradangan pembuluh darah, dimana peradangan pembuluh darah bisa menyebabkan sumbatan yang berakibat ke penyakit jantung dan stroke.

Banyak orang yang tidak melakukan latihan dengan dalih sedikitnya waktu. Setiap orang memang memiliki tanggung jawabnya masing-masing; kuliah, pekerjaan, hobi, mengurus keluarga, atau berorganisasi (kecuali jika organisasi yang Anda ikuti adalah klub olahraga). Namun kita harus egois untuk meluangkan waktu bagi diri kita sendiri untuk berlatih. Jika waktu Anda sempit, Anda bisa menyetel alarm 30 menit lebih awal (ayolah, hanya 30 menit dan Anda akan menjadi lebih sehat untuk melakukan aktivitas sehari-harinya…^^). Semakin awal Anda melakukannya, semakin sedikit gangguan yang harus diatasi.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Kenapa Pembuluh Darah Bisa Tersumbat?

Sebelumnya mari kita memahami struktur arteri terlebih dahulu. Arteri memiliki tiga lapisan, dimana masing-masing memiliki tugas yang unik. Lapisan paling dalam yang disebut intima, adalah lapisan yang bersinggungan langsung dengan darah yang melewatinya. Lapisan ini halus dan licin sehingga darah mudah mengalir di atasnya.
Lapisan paling dalam ini juga membantu melindungi lapisan tengah yang disebut media, yang menyokong struktur arteri. Media adalah semacam otot sehingga dia dapat merespon apa yang terjadi dalam tubuh Anda; dia akan kejang saat Anda mengalami depresi atau kecemasan, dan akan membuka saat Anda sedang berolahraga sehingga darah dapat masuk lebih banyak untuk memasok oksigen ke otot-otot. Lapisan paling luar adalah adventitia, yang bertugas menjaga arteri dalam satu kesatuan.

Lapisan intima dapat terluka atau ‘tertoreh’, misalnya oleh kadar gula darah yang tinggi, tekanan darah tinggi, zat-zat racun dari rokok, peradangan kronis akibat beraneka ragam hal seperti penyakit gusi atau penyakit menular seksual, stres, dan kemarahan. Tubuh Anda akan terganggu dengan adanya torehan ini, karena torehan yang terjadi pada lapisan intima bisa menyebabkan lapisan media kemasukan darah.

Oleh sebab itu, tubuh Anda akan mencoba memperbaiki torehan itu dengan menggunakan kolesterol untuk menambal. Namun, jika protein yang membawa kolesterol itu buruk (LDL), sistem kekebalan akan terstimulasi untuk selanjutnya menarik sel-sel darah putih yang akan mencoba menjinakkan kolesterol jahat. Pada gilirannya, sel-sel darah putih itu akan menumpahkan beberapa kandungan racunnya yang biasanya berfungsi untuk menyerang infeksi musuh, yang menyebabkan peradangan yang meluas.

Peradangan dan kolesterol membentuk lepuhan pada dinding arteri yang disebut sel busa, membuat permukaan lapisan intima arteri semakin kasar. Sel-sel busa ini tumbuh besar dan menjadi semakin rakus sehingga mereka memakan pasokan darah. Ketika hal itu terjadi, beberapa dari mereka akan mulai kelaparan karena kekurangan darah dan mati. Saat mati, mereka mengeluarkan getaran listrik dan menarik platelet darah untuk bergerombol bersama-sama, dan akhirnya membentuk gumpalan beku dalam arteri Anda.

Platelet adalah sebuah sel darah yang melakukan tugas mulia, yaitu menyelamatkan Anda dari bahaya kematian akibat kehabisan darah setelah Anda tergores pisau cukur. Akan tetapi platelet ini akan menjadi ‘senjata makan tuan’ bila bertabrakan dengan sel-sel busa, karena pada saat itu juga mereka membentuk gumpalan beku. Gumpalan beku ini lama-lama bisa memenuhi seluruh arteri, bahkan sampai menyumbat sepenuhnya. Masalah yang timbul beragam, antara lain stroke, impoten, dan kehilangan daya ingat. Jika arteri yang tersumbat adalah arteri koronaria (arteri yang memberi nutrisi pada jantung), otot-otot jantung akan mati karena kekurangan nutrisi dan serangan jantung-lah yang terjadi.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Minum Banyak Air Mengurangi Berat Badan

Pemikiran bahwa berat badan dapat berkurang hanya dengan minum air mungkin terdengar seperti tipuan, tetapi pemikiran itu mengandung sebagian kebenaran.

Saat kita minum air, saraf-saraf simpatik mulai terstimulasi, mengaktifkan metabolisme energi serta meningkatkan pembakaran kalori, dan hasilnya adalah berkurangnya berat badan. Saat saraf simpatik terstimulasi, adrenalin disekresikan. Adrenalin mengaktifkan lipase dalam jaringan lemak yang sensitif terhadap hormon, yang kemudian menguraikan trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol sehingga tubuh menjadi lebih mudah membakar lemak yang tersimpan.

Seberapa banyak kalori yang dibakar? Berbagai riset menunjukkan, dengan minum sedikit lebih banyak daripada 2 gelas secara teratur 3 kali sehari meningkatkan pembakaran kalori sebesar kira-kira 30%. Terlebih lagi, 30 menit setelah minum air, tingkat pembakaran kalori mencapai puncaknya. Idealnya, kita membutuhkan 6-7 gelas air setiap hari.

Lantas, jenis air apakah yang paling efektif untuk tujuan ini? Air yang suhunya lebih rendah daripada suhu tubuh, tapi tidak sedingin es. Menurut hasil riset, air bersuhu sekitar 21 derajat Celcius akan meningkatkan pembakaran kalori. Kalori tersebut diubah menjadi sejumlah besar energi yang digunakan untuk menghangatkan air tersebut agar menyamai suhu tubuh.
Nggak pernah ‘mati gaya’ ya si air ini…^^

From The Miracle of Enzyme : Self-Healing Program.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Popeye vs Bugs Bunny…

Jangan salah sangka, ini bukan tentang mereka berdua yang dipasangkan oleh sutradara jahil dalam satu frame, tapi ini berkaitan dengan apa yang mereka 'santap' sehari-harinya.

Bila masalahnya menyangkut mata kita, Popeye ternyata mengalahkan Bugs Bunny. Meskipun baik untuk mata, wortel tidak seampuh bayam. Penelitian membuktikan bahwa manfaat perlindungan yang lebih besar berasal dari lutein yang terdapat dalam bayam ketimbang betakaroten yang terdapat dalam wortel.

From YOU : The Owner’s Manual: An Insider’s Guide to the Body That Will Make You Healthier and Younger.

Baca Selengkapnya......
0 comments

A Sun At Night

I always look straight into your eyes
Cause I'm afraid I would tell a lie
There are many reasons why people in love
But with you I can't explain why
All I know is you're my strength when I'm done fighting
You're my hope when I'm done struggling
When I stop believing, you give me life
I think I have to thank you for you've made these beautiful days
I'm not so good at saying something like this
Just trust me you'll always be my come back place
Just wait for me,
I'll home tonight.

Baca Selengkapnya......
0 comments

From Day To Day You Become Stronger

Learn.
From all mistakes you had before.
Be brave.
Be strong on your own.
And you will find some new hope and something precious to care for…

Baca Selengkapnya......
0 comments

Efek Stres Terhadap Fungsi Ingatan

Ini adalah studi kasus yang sangat digemari : Seorang gadis baru saja putus dari pacarnya. Meskipun ia telah mempertimbangkan hal tersebut matang-matang, tidak urung ia merasa kehilangan juga. Kemudian ada seorang pria mendekatinya. Setelah merasa ‘tampangnya cakep juga, diajak ngobrol nyambung dan cucok lagi’ gadis ini pun berharap banyak pada pria itu. Tidak tahunya, pria itu mendekatinya hanya supaya ia bisa menjalin hubungan dengan sahabat dekat gadis itu. Merasa ada yang salah dengan dirinya, gadis itu pun menjadi frustasi dan depresi. Ia kepikiran terus masalah itu, jadi sulit belajar dan akhirnya IP-nya pun tiarap…

Gadis tersebut menderita gangguan psikologis. Gangguan psikologis secara umum ada depresi, stres pasca-trauma dan stres yang signifikan, yang semuanya dapat mengganggu fungsi ingatan yang optimal.

Depresi dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, berfokus pada detail, dan menyerap informasi baru. Pada kasus depresi berat, dapat menyebabkan kesulitan tidur yang akhirnya menimbulkan permasalahan kognitif. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa depresi jangka panjang dapat menimbulkan hilangnya neuron di hipokampus dan amigdala, dimana dua bagian otak inilah yang berperan penting bagi ingatan. Pada seseorang yang memiliki sejarah depresi terus menerus, organ tersebut lebih kecil, jika dibandingkan dengan seseorang yang tidak mengalami depresi. Pada penelitian tersebut, seseorang yang pernah mengalami depresi memiliki performa yang buruk terhadap tes ingatan verbal.
Masalah ini dapat diatasi dengan mengkombinasikan psikoterapi dan pengobatan (baik terhadap depresi itu sendiri maupun terhadap gangguan tidurnya). Biasanya fungsi-fungsi kognitif akan kembali membaik secara menyeluruh dalam enam bulan.

Beberapa orang yang mengalami trauma psikologis yang parah (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD) akan mengalami gangguan stres pasca-trauma, yakni suatu kondisi yang ditandai oleh munculnya ingatan tentang kejadian traumatis tersebut secara terus-menerus. Ingatan tersebut terus mendesak dan mengganggu proses penerimaan informasi baru, konsolidasi ingatan, dan mengingat informasi yang tidak berhubungan dengan trauma tersebut. Tingkat stres yang tinggi memicu pengeluaran hormon kortisol yang tinggi, yang pada akhirnya dapat merusak hipokampus dan amigdala, bahkan mungkin sistem limbik (pengaturan emosi)-nya juga.
Memperbaiki fungsi ingatan seseorang yang mengalami PTSD adalah dengan menurunkan kadar kortisolnya sampai kembali normal, dengan kata lain berusaha mengurangi efek dari kejadian traumatis tersebut terhadap kejiwaannya. Psikoterapi dan dukungan dari orang-orang terdekat akan sangat membantu. Akan tetapi, penurunan ingatan bisa menetap jika telah terjadi kerusakan struktural terhadap hipokampus, amigdala dan sistem limbik.

Bicara mengenai stres, tentu saja kita semua mengalami stres. Anda tidak bisa mengontrol semua kejadian penyebab stres dalam kehidupan Anda, tetapi Anda dapat mengontrol reaksi Anda terhadapnya. Banyak orang bertanya, “Kapan saya bisa tahu bahwa stres saya berlebihan?” Jawabannya tergantung pada respon dan bukannya sumber stres itu sendiri. Lihatlah beberapa orang yang bekerja dalam jangka waktu lama dan dalam tekanan yang tinggi, namun tetap dapat terfokus dan menjaga diri. Sementara orang lain pada situasi yang sama akan merasa kewalahan. Reaksi terhadap stres-lah yang merusak.
Anda dapat mengontrol bahaya yang ditimbulkan stres tehadap ingatan dengan menemukan cara memodifikasi respon Anda terhadap kejadian yang memicu stres. Sebagian orang mengatasi stres dengan melakukan aktivitas fisik (olahraga), sebagian lainnya melakukan meditasi atau teknik relaksasi. Bagi sebagian lainnya, mengatasi stres merupakan masalah pembelajaran tentang batasan mereka –seberapa besar stres yang dapat mereka hadapi. Setiap orang berbeda. Yang penting adalah Anda memiliki aktivitas pengelola stres yang efektif bagi Anda.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Semua Stres Itu Buruk

Ketika mulai menulis artikel ini, saya teringat akan Ibu dan saya sangat ingin berterimakasih kepada beliau. Karena sungguh, saya bisa begini rajin dan semangat belajar karena kerja keras beliau =)
Ibu adalah sosok wanita yang sangat peduli pada pendidikan ketiga anaknya. Dulu ketika kami masih kecil beliau selalu mendampingi kami belajar. Bahkan beliau jadi tutor matematika saya. Dengan telaten beliau mengoreksi pekerjaan saya, dan membuatkan banyak soal sampai saya lancar mengerjakannya. Menit-menit pertama sih jika saya membuat kesalahan beliau masih membetulkannya dengan sabar, tapi kalau sudah habis kesabarannya ya saya dimarahi (maklum saya tolol di mata pelajaran satu itu). Waktu itu Ibu selalu bilang, “Makanya rajin belajar toh Nak! Itu liat tuh, pisau kalau lama nggak dipake ngiris bisa tumpul. Otak ya sama, kalau nggak pernah dipake belajar, nggak pernah dipake mikir, ya kayak pisau tumpul!”

Kata-kata beliau itu, kalau dibahasakan secara ilmiah menjadi seperti ini…


Stres yang berlebihan dapat menumpulkan ingatan. Kalau tidak percaya, cobalah memfokuskan pikiran untuk menelaah sebuah buku atau cobalah menghapal materi kuliah saat Anda sedang cemas, khawatir, atau diburu-buru waktu. Stres yang berlebihan dapat menumpulkan ingatan Anda. Akan tetapi, stres dalam jumlah yang proporsional sebenarnya dapat menajamkan ingatan Anda. Deadline tugas misalnya, dapat meningkatkan kemampuan untuk fokus dan mempertahankan perhatian. Atau menjadi seorang mahasiswa yang aktif di organisasi dan rajin nge-blog, misalnya, dapat meningkatkan kemampuannya untuk memanfaatkan waktu belajar sebaik-baiknya. Gengsi dong kalau jadi aktivis tapi IP-nya tiarap =)

Akibat kemampuan untuk fokus dan mempertahankan perhatian yang meningkat, Anda akan mendapatkan informasi secara efektif, yang selanjutnya meningkatkan konsolidasi ingatan dan pengeluaran kembali informasi tersebut.

Maka stres tidak selalu berkonotasi jelek, stres di sini sebagai ‘perangsang’ atau ‘motivator’, dimana stres yang cukup akan membuat Anda tetap siaga, menajamkan fokus perhatian Anda, dan menyiapkan diri Anda untuk belajar.

Baca Selengkapnya......
0 comments

Cinta Yang Sunyi

Berdiri terpaku dalam deras hujanmu
Terlalu lama kubasahkan diri
Dingin, namun kubiarkan meracuni hati
Bingung mencari matahari
Tapi tak kusadari kau tuntun aku pulang,
Menemukan yang kucari
Deras hujanmu akhirnya berhenti.

Saya ingat dia…seseorang yang pernah saya cintai dengan cara yang paling sunyi. Hati masih senantiasa tergelitik saat dia dan gadisnya sedang berduaan, tapi matanya jauh ‘menyeberang’ menatap mata saya, seolah-olah ingin membuktikan bahwa cinta itu masih ada. Ah, sudahlah. Peristiwa itu bukan lagi prioritas dalam hidup saya. Seperti halnya dia yang telah menemukan kebahagiaannya, saya juga punya cara sendiri untuk bisa bahagia.
Malam ini entah kenapa saya ingat dia. Tapi cuma sekedar ingat, boleh saja kan? =)

Baca Selengkapnya......
0 comments

4 Masalah Komplikasi Pada Luka

Infeksi
Invasi bakteri pada luka dapat terjadi pada saat trauma, selama pembedahan atau setelah pembedahan. Proses peradangan biasanya muncul dalam 36 – 48 jam. Gejalanya berupa infeksi termasuk adanya purulent, peningkatan drainase, nyeri, kemerahan dan bengkak di sekeliling luka, peningkatan denyut nadi dan temperatur, dan peningkatan jumlah sel darah putih.
Jenis infeksi yang mungkin timbul antara lain :
Cellulitis merupakan infeksi bakteri pada jaringan.
Abses, merupakan infeksi bakteri terlokalisasi yang ditandai oleh : terkumpulnya pus (bakteri, jaringan nekrotik, sel darah putih).
Lymphangitis, yaitu infeksi lanjutan dari selulitis atau abses yang menuju ke sistem limphatik. Hal ini dapat diatasi dengan istirahat dan antibiotik.


Perdarahan
Perdarahan dapat mengindikasikan suatu jahitan yang lepas, sulit membeku pada garis jahitan, infeksi, atau erosi dari pembuluh darah oleh benda asing (seperti drain). Hipovolemia mungkin tidak cepat ada tanda. Sehingga balutan (dan luka di bawah balutan) jika mungkin harus sering dilihat selama 24 jam pertama setelah pembedahan dan tiap 8 jam setelah itu. Jika perdarahan berlebihan terjadi, penambahan tekanan balutan luka steril mungkin diperlukan. Pemberian cairan dan intervensi pembedahan mungkin diperlukan.

Dehiscence dan Eviscerasi
Dehiscence dan eviscerasi adalah komplikasi operasi yang paling serius. Dehiscence adalah terbukanya lapisan luka partial atau total. Eviscerasi adalah keluarnya pembuluh melalui daerah irisan. Sejumlah faktor meliputi: kegemukan, kurang nutrisi, multiple trauma, gagal untuk menyatu, batuk yang berlebihan, muntah, dan dehidrasi, mempertinggi resiko klien mengalami dehiscence luka. Dehiscence luka dapat terjadi 4 – 5 hari setelah operasi sebelum kollagen meluas di daerah luka. Ketika dehiscence dan eviscerasi terjadi luka harus segera ditutup dengan balutan steril yang lebar, kompres dengan normal saline. Klien disiapkan untuk segera dilakukan perbaikan pada daerah luka.

Jaringan parut
Luka yang sembuh, kadang tidak dapat kembali seperti semula dan meninggalkan jaringan parut. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya jaringan parut ini, antara lain luka yang lebar dan dalam, luka yang memerlukan banyak tindakan untuk menyatukannya kembali dan luka yang kotor atau terinfeksi.

Referensi : Luka dan Perawatannya (Ismail S.Kep, Ns, M.Kes), Manajemen Luka (Moya J. Morison, 2003). Beli bukunya di Toko Buku Diskon Togamas. Bukannya promosi, tapi memang berdasarkan pengalaman disitu yang paling murah. Kekurangannya, penataan bukunya kurang ‘menarik mata’ tapi tersusun rapi berdasarkan kategorinya kok, sehingga kalau dicari lewat komputer bisa langsung ketemu. Biasanya saya sih kalau mau beli buku, saya lihat-lihat bukunya di Gramedia, terus saya catat judul buku dan pengarangnya, dan saya beli bukunya di Togamas. Hehehe…nakal banget ya. Namanya juga mahasiswa, uang harus diirit dong, meskipun buat beli buku nggak boleh ‘umpak-umpakan’. Selisih lima atau enam ribu sangat berarti banget.

Tapi ya kalau temen-temen lebih suka one stop shopping di Gramedia ya monggo, yang mana yang enak ajalah…=)

Baca Selengkapnya......